Tesis ditulis untuk kebutuhan akademik dan diuji oleh komunitas ilmiah, sedangkan buku harus dapat dibaca sebagai karya yang utuh oleh audiens yang lebih luas. Karena itu, konversi tesis membutuhkan restrukturisasi, bukan sekadar menghapus bagian metodologi.
Ubah orientasi pembaca
Mulailah dari pertanyaan: siapa yang akan membaca buku ini dan masalah apa yang ingin dibantu oleh buku tersebut?
Bangun alur bab baru
Bab dapat disusun berdasarkan gagasan, tema, atau perjalanan argumentasi, bukan mengikuti format laporan penelitian.
Gunakan bahasa yang lebih komunikatif
Pertahankan ketepatan akademik, tetapi kurangi bagian yang terlalu prosedural agar pengalaman membaca lebih natural.
